Tampilkan postingan dengan label asuhan keperawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asuhan keperawatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Januari 2013

Blok Etika Keperawatan Islami


1.      Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan berlandaskan asas-asas Islam

2.      Kompetensi Dasar

  1. Mengenali dan menerima akontabilitas personal dan tanggung jawab untuk semua aspek praktik profesional
  2. Memahami dan mendemonstrasikan pengetahuan kerangka etik dan legal sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan.
  3. Memahami dan menggunakan kerangka pembuatan keputusan etik.
  4. Menghargai sumber-sumber etnik, agama atau faktor lain dari setiap pasien yang tidak lazim.
  5. Melaksanakan peran advokasi untuk  memenuhi hak pasien dan memberdayakan pasien/klien dalam membuat keputusan yang terkait asuhan mereka.
3. ORGANISASI MATERI
  1.  Kontrak Pembelajaran
  2. Etika Keperawatan Sebagai Ciri Profesi
  3. Pandangan Islam Tentang Pendekatan Etik
  4. Kode Etik Keperawatan
  5. Prinsip Moral & Etik Keperawatan
  6. Sumpah Dalam Islam
  7.  Penerapan Kode Etik Keperawatan Dalam Pelayanan Keperawatan
  8. Nilai-Nilai Personal Islam
  9.  Aspek Legal Etik
  10.  Sumpah Profesi Ners
  11.   Tahap Penyelesaian Masalah Etik
  12.   Masalah Hukum Kesehatan
  13.  Hak & Kewajiban Seseorang Menurut Islam
  14. Standar Asuhan Keperawatan
  15. Hak & Kewajiban Perawat
  16.  Etos Kerja Perawat Islami
  17. Peran Advokasi Perawat
  18. Masalah Hukum Keperawatan
  19.  Pribadi Sholeh & Sholehah
  20. Ners Exelent 

Kamis, 03 Januari 2013

Blok Persyarafan


PEDOMAN PEMBELAJARARAN BLOK SISTEM PERSARAFAN

I.                   INTRODUKSI

Blok sistem persarafan membahas tentang review anatomi dan fisiologi sistem persarafan, identifikasi data, pemeriksaan fisik, pemeriksaan diagnostik, dan pengelolaan kasus pada klien dengan gangguan sistem persarafan.dalam upaya untuk memelihara homeostatis, tubuh selalu mengadakan reaksi penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi disekitar atau di dalam tubuh sendiri. Susunan saraf dan endokrin merupakan dua sistem regulasi utama tubuh yang bekerja secara terpadu dan berkesinambungan untuk memelihara homeostatis. Respon tubuh yang cepat terhadap suatu stimulus diregulasi oleh susunan saraf, dimana semua stimulus yang diterima akan segera dihantarkan secara cepat antar sel dan jaringan melalui impuls elektrik dan senyawa kimia (neurotransmitter). Stimulus yang terjadi karena perubahan lingkunagan akan disalurkan melalui saraf ke sumsum tulang belakang dan otak, kemudian akan mengalami proses integrasi, analisa, kombinasi, komparasi, kordinasi, dan akan dihantarkan kembali melalui saraf ke otot dan kelenjar tubuh. Pengaruh gangguan  proses persarafan dapat mengakibatkan gangguan pada system lain  pada semua tingkat usia perkembangan.

II.                STANDAR KOMPETENSI
Standar kompetensi dalam blok persarafan secara umum adalah sebagai berikut
a.    Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan persarafan pada segala tingkat usia dengan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan
b.    Melakukan riset ( study literatur) keperawatan sederhana pada pasien dengan gangguan persarafan pada segala tingkat usia

III.             KOMPETENSI DASAR
Dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi pada blok sistem persarafan disini mahasiswa dituntut untuk dapat mencapai target kompetensi diberbagai tingkat usia perkembangan manusia dengan berbagai permasalahanya. Untuk lebih jelasnya diuraikan dibawah ini:
1.      Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai perkembangan anatomi sistem persarafan dari perkembangan sel janin sampai dengan proses degeneratif pada lanjut usia
2.      Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai fungsi fisiologis kerja sistem persarafan secara normal dan bila terjadi gangguan patologis
3.      Mahasiswa dapat menggambarkan mekanisme fisika yang terjadi pada kerja sistem persarafan
4.      Mahasiswa dapat menjelaskan mekanisme kerja biokimia yang terjadi pada sistem persarafan
5.      Mahasiswa dapat menyusun kerangka pathway pada gangguan sistem persarafan
6.      Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai konsep medis gangguan sistem persarafan (definisi, etiologi, manifestasi klinis, komplikasi)
7.      Mahasiswa dapat menyebutkan mekanisme kerja farmakologi (indikasi, efek samping, kontraindikasi) pada terapi pengobatan penyakit sistem persarafan
8.      Mahasiswa dapat melakukan pengkajian secara terfokus pada klien dengan gangguan sistem persarafan
9.      Mahasiswa dapat menyebutkan dan melakukan persiapan pemeriksaan laboratorium diagnostik terkait pada gangguan sistem persarafan
10.  Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan fisik terkait pada gangguan sistem persarafan
11.  Mahasiswa dapat merumuskan masalah (diagnosa keperawatan) pada klien dengan gangguan sistem persarafan
12.  Mahasiswa dapat menyusun rencana asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem persarafan
13.  Mahasiswa dapat melakukan implementasi keperawatan (kebutuhan dasar – lanjut) pada klien dengan gangguan sistem persarafan
14.  Mahasiswa dapat melakukan evaluasi pada klien dengan gangguan sistem persarafan
15.  Mahasiswa dapat melakukan pencatatan / pendokumentasian proses keperawatan pada klien dengan gangguan sistem persarafan
16.  Mahasiswa dapat melakukan penyuluhan kesehatan pada klien dengan gangguan sistem persarafan di tatanan klinik – komunitas
17.  Mahasiswa dapat melakukan tindakan kolaborasi dengan tim gizi untuk klien dengan gangguan sistem persarafan
18.  Mahasiswa dapat mengelola pasien dengan gangguan sistem persarafan
19.  Mahasiswa mampu melakukan bimbingan beribadah pada pasien dengan gangguan sistem persarafan
20.  Mahasiswa dapat melakukan riset keperawatan sederhana pada pasien dengan gangguan sistem persarafan
Semua tujuan tersebut diatas harus dapat dicapai oleh setiap mahasiswa dengan spesifikasi kasus minimal/ dasar pada pasien dengan gangguan sistem persarafan pada berbagaai tingkat usia dan dalam keadaan gawat darurat sekalipun. Adapun kompetensi kasus minimal dalam blok persarafan antara lain sebagai berikut:
NO
Bahan Kajian Kasus
Keterangan
1
Cedera kepala
Anak, Dewasa, Lansia dan Gawat Darurat





Anak, Dewasa, Lansia dan Gawat Darurat


2
Trauma leher
3
Epilepsi
4
Hidrosefalus
5
Peradangan/ infeksi
6
Stroke
7
Gbs
8
Tetanus
9
Kejang demam
10
Parkinson
11
Alzhaimer
12
Cereberal palsy

Jumat, 21 Desember 2012

Blok Endokrin


A.    INTRODUKSI

Pada blok sistem Endokrin membahas tentang  proses Ekskresi dan sekresi kelenjar Endokrin. Pengaruh gangguan  proses Endokrin (hypo dan hiper) dapat mengakibatkan gangguan pada system lain seperti system kardiovaskuler,  system perkemihan, system muskuloskeletal, system pencernaan pada semua tingkat usia perkembangan.
Jika kelenjar endokrin  mengalami kelainan fungsi, maka kadar hormon di dalam darah bisa menjadi tinggi atau rendah, sehingga mengganggu fungsi tubuh.
Untuk mengendalikan fungsi endokrin, maka pelepasan setiap hormon harus diatur dalam batas-batas yang tepat. Tubuh perlu merasakan dari waktu ke waktu apakah diperlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon. Hipotalamus dan kelenjar hipofisa melepaskan hormonnya jika mereka merasakan bahwa kadar hormon lainnya yang mereka kontrol terlalu tinggi atau terlalu rendah. Hormon hipofisa lalu masuk ke dalam aliran darah untuk merangsang aktivitas di kelenjar target. Jika kadar hormon kelenjar target dalam darah mencukupi, maka hipotalamus dan kelenjar hipofisa mengetahui bahwa tidak diperlukan perangsangan lagi dan mereka berhenti melepaskan hormon.
Kelenjar semacam pulau pakreas dan kelenjar paratiroid, tidak berada dibawah kendali hipofisa. Mereka memiliki sistem sendiri untuk merasakan apakah tubuh memerlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon. Misalnya kadar insulin meningkat segera setelah makan karena tubuh harus mengolah gula dari makanan. Jika kadar insulin terlalu tinggi, kadar gula darah akan turun sampai sangat rendah.

B.     STANDAR KOMPETENSI :
Mahasiswa setelah melaksanakan proses pembelajaran diharapkan dapat menerapkan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan Endokrin pada segala usia dengan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan.

C.    KOMPETENSI DASAR
Setelah mengikuti proses pembelajaran selama blok endokrin:
1. Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai perkembangan anatomi kelenjar endokrin dari perkembangan sel janin – proses degeneratif pada lanjut usia
2.   Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai fungsi fisiologis kerja sistem endokrin secara normal dan bila terjadi gangguan patologis
3.      Mahasiswa dapat menggambarkan mekanisme fisika yang terjadi pada kerja sistem endokrin
4.      Mahasiswa dapat menjelaskan mekanisme kerja biokimia yang terjadi pada organ endokrin.
5.      Mahasiswa dapat menyusun kerangka patoflowdiagram pada gangguan sistem Endokrin
6.      Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai konsep medis gangguan sistem Endokrin (definisi, etiologi, manifestasi klinis, komplikasi)
7.  Mahasiswa dapat menyebutkan mekanisme kerja farmakologi (indikasi,efek,efek samping, kontraindikasi) pada terapi pengobatan penyakit sistem endokrin
8.   Mahasiswa dapat melakukan pengkajian secara terfokus pada klien dengan gangguan sistem Endokrin
9.   Mahasiswa dapat menyebutkan dan melakukan persiapan pemeriksaan laboratorium diagnostik pada gangguan sistem Endokrin
10.  Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan fisik pada gangguan sistem Endokrin
11.  Mahasiswa dapat menyusun analisa data dan merumuskan masalah (diagnosa keperawatan) pada klien dengan gangguan sistem Endokrin
12.  Mahasiswa dapat menyusun rencana asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem Endokrin
13.  Mahasiswa dapat melakukan implementasi keperawatan (kebutuhan dasar – lanjut) pada klien dengan gangguan sistem Endokrin
14.  Mahasiswa dapat melakukan evaluasi pada klien dengan gangguan sistem Endokrin
15.  Mahasiswa dapat melakukan pencatatan / pendokumentasian proses keperawatan pada klien dengan gangguan sistem Endokrin dengan benar
16.  Mahasiswa dapat melakukan penyuluhan kesehatan pada klien dengan gangguan sistem Endokrin di tatanan klinik – komunitas
17.  Mahasiswa dapat melakukan tindakan kolaborasi dengan tim gizi untuk klien dengan gangguan sistem Endokrin
18.  Mahasiswa dapat mengelola pasien dengan gangguan sistem Endokrin.
19. Mahasiswa mampu membimbing beribadah pada pasien dengan gangguan sistem Endokrin.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...